
Series Indonesia Pelan Tapi Pasti, Siap Saingi K-Drama?
Dalam dua puluh tahun terakhir, industri hiburan Korea Selatan berhasil menembus pasar global lewat fenomena Korean Wave atau Hallyu, di mana K-Drama menjadi salah satu produk unggulan yang digemari banyak negara. Di Indonesia sendiri, K-Drama meraih popularitas luar biasa dan sangat memengaruhi selera serta preferensi penonton lokal. Meski begitu, industri hiburan Indonesia tak tinggal diam menghadapi tren ini. Series Indonesia mulai mengalami kemajuan pesat, terlihat dari peningkatan kualitas produksi yang lebih profesional serta keberagaman tema dan cerita yang semakin menarik. Pertanyaannya kini adalah, apakah series Indonesia mampu bersaing dan bahkan menyaingi dominasi K-Drama di pasar hiburan regional dan internasional?
Perkembangan Series Indonesia

Series Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu layar kaca didominasi oleh sinetron dengan pola cerita yang sering kali repetitif dan klise, kini kehadiran platform streaming seperti WeTV, Vidio, dan Netflix membuka peluang lebih luas bagi para produser lokal untuk berinovasi. Bukti konkret dari perkembangan ini dapat dilihat melalui popularitas series Indonesia seperti Layangan Putus, My Lecturer My Husband, dan Antares yang sukses mencuri perhatian generasi muda. Ketiganya menawarkan cerita yang segar dan dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari, menjadikannya sangat relevan di mata penonton masa kini.
Menurut artikel di Kompasiana, “Series Indonesia umumnya mengangkat isu seputar High-Teen dengan latar belakang anak sekolahan dan masih belum seberagam Drama Korea karena memang fokus pasarnya ditujukan untuk kaum remaja”. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun masih terfokus pada segmen tertentu, perkembangan cerita dan produksi series Indonesia terus berkembang mengikuti kebutuhan penonton lokal.
Selain itu, adaptasi dari drama Korea mulai bermunculan sebagai salah satu strategi untuk menarik perhatian audiens. Sweet 20 merupakan salah satu adaptasi dari film Miss Granny yang dinilai berhasil karena mampu mengolah alur cerita agar relevan dan lebih dekat dengan preferensi penonton lokal di Indonesia. Namun, tidak semua adaptasi memperoleh hasil yang memuaskan; misalnya, A Business Proposal versi Indonesia belum mampu menyamai popularitas dan kualitas versi aslinya. Hal ini menggarisbawahi tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan series Indonesia yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menampilkan ciri khas dan kualitas yang kompetitif di kancah hiburan regional maupun global.
Faktor Pendukung dan Tantangan

Pertumbuhan series Indonesia didorong oleh beberapa faktor utama yang saling mendukung. Pertama, kemajuan teknologi produksi memberikan kemampuan bagi para kreator untuk menghasilkan tayangan dengan kualitas visual dan audio yang semakin tinggi, mendekati standar internasional. Kedua, kehadiran dan dukungan platform streaming seperti Netflix, Vidio, dan WeTV membuka akses yang lebih luas bagi penonton, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global. Ketiga, kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam menjadi sumber inspirasi cerita yang kaya, memungkinkan series Indonesia menghadirkan narasi yang autentik dan berakar pada identitas lokal.
Meski mengalami pertumbuhan, industri televisi dan film Indonesia tetap menghadapi tantangan yang tak sedikit, terutama akibat pergeseran teknologi dan perubahan perilaku audiens. Seperti dijelaskan oleh Ratnasari et al., pembaruan riset di bidang ini menjadi krusial karena adanya konvergensi media, ditambah lagi dengan peralihan dari siaran analog ke digital yang secara signifikan mengubah cara penonton menikmati tayangan. Peralihan dari televisi analog ke digital ini mengubah pola konsumsi audiens, sehingga pelaku industri harus cepat beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut agar tetap relevan dan kompetitif.
Selain itu, dominasi sejumlah produser besar juga menjadi hambatan dalam keberagaman konten yang dihasilkan. Sebuah artikel di Brill menyebutkan, “The establishment of a very strong sector of commercial soap opera production… are the major outcomes of the Sindhi presence in the national media”. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur industri perfilman dan televisi Indonesia masih didominasi oleh kelompok tertentu, yang membatasi ruang bagi talenta dan ide segar dari pembuat film baru. Untuk mengembangkan series Indonesia yang lebih beragam dan inovatif, perbaikan pada struktur industri dan kesempatan yang lebih merata sangat diperlukan.
Kelebihan Series Indonesia

Salah satu kekuatan utama series Indonesia terletak pada kemampuannya mencerminkan budaya lokal secara authentic. Cerita-cerita yang diangkat biasanya sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari konflik keluarga, nilai-nilai tradisional, hingga dinamika sosial yang akrab bagi penonton. Hal ini membuat series Indonesia terasa lebih dekat dan nyata, menciptakan keterhubungan emosional yang kuat. Penggunaan bahasa Indonesia dalam dialog juga memperkuat pemahaman serta memudahkan penonton dalam menyerap pesan cerita tanpa hambatan linguistik.
Lebih dari itu, series Indonesia kini mulai menampilkan genre yang lebih bervariasi, tidak hanya terjebak dalam kisah romantis remaja seperti yang umum ditemukan di sinetron. Contohnya, Pertaruhan The Series hadir dengan nuansa aksi yang menegangkan dan maskulin, sedangkan Santri Pilihan Bunda membawa penonton ke dalam dunia kehidupan pesantren dengan nilai-nilai religius dan kekeluargaan yang kuat. Keberagaman tema ini menandai keberanian industri dalam mengeksplorasi format dan narasi yang berbeda dari sebelumnya.
Seperti dikutip dari Liputan6, “Series Indonesia kini mulai mengeksplorasi genre yang lebih beragam. Misalnya, Pertaruhan The Series mengangkat tema aksi, sementara Santri Pilihan Bunda fokus pada kehidupan pesantren”. Langkah ini menjadi indikasi bahwa industri series Indonesia tengah bertransformasi dan membuka ruang untuk eksperimen kreatif, sehingga mampu menarik minat audiens yang lebih luas dan beragam.
Series Indonesia kini menunjukkan arah perkembangan yang sangat menjanjikan dalam industri hiburan lokal maupun global. Perpaduan antara kemajuan teknologi, akses luas melalui platform digital seperti Vidio, Netflix, dan Prime Video, serta keberagaman budaya nusantara telah memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan kualitas dan daya saing produksi lokal. Dari sisi teknis hingga naratif, series Indonesia telah mengalami peningkatan yang konsisten, menjadikannya salah satu sektor yang patut diperhitungkan.
Meski begitu, perjalanan menuju panggung internasional bukan tanpa tantangan. Dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan standar produksi, tidak hanya dari sisi teknis seperti sinematografi dan penyuntingan, tetapi juga dalam hal penulisan naskah, pengembangan karakter, dan eksplorasi genre. Variasi cerita yang lebih berani dan segar akan membantu series Indonesia menarik perhatian audiens global yang kini semakin selektif dalam memilih tontonan.
Selain itu, membuka ruang bagi talenta baru, baik di depan maupun di balik layar, akan menjadi langkah penting untuk menyuntikkan semangat dan perspektif baru dalam produksi. Kolaborasi lintas disiplin, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan terhadap ide-ide orisinal perlu terus didorong agar industri ini semakin inklusif dan inovatif.
Dengan landasan yang kuat dan arah yang jelas, bukan hal mustahil jika dalam beberapa tahun ke depan series Indonesia mampu berdiri sejajar, atau bahkan menyaingi popularitas K-Drama yang telah lebih dulu mendunia. Momentum ini harus dijaga dengan strategi yang terarah agar potensi besar tersebut benar-benar bisa terwujud.
Referensi
- Ratnasari, E., Mahameruaji, J. N., Bantugan, B., & Adi, A. N. (2025). Television and film studies in Indonesia: A bibliometric analysis. ProTVF.
https://jurnal.unpad.ac.id/protvf/article/view/60404/0?utm_source=chatgpt.com - Brill. (2017). Commercial Television in Indonesia. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 175(2-3), 155-182.
https://brill.com/view/journals/bki/175/2-3/article-p155_2.xml?utm_source=chatgpt.com - Kompasiana. (2022). Drama Korea VS Series Indonesia, Pilih Mana?
https://www.kompasiana.com/moondayss/629b66f8bb448675cd25e422/drama-korea-vs-series-indonesia-pilih-mana?utm_source=chatgpt.com - Liputan6. (2025). 6 Rekomendasi Series Indonesia Terbaru 2025, Referensi Nonton di Akhir Pekan.
https://www.liputan6.com/showbiz/read/6005124/6-rekomendasi-series-indonesia-terbaru-2025-referensi-nonton-di-akhir-pekan?utm_source=chatgpt.com - Detikcom. (2025). Selain A Business Proposal, Ini Deretan Film dan Series Indonesia Adaptasi dari Drama Korea.
https://www.detik.com/pop/korean-wave/d-7773611/selain-a-business-proposal-7-film-dan-serial-indonesia-diadaptasi-dari-drakor?utm_source=chatgpt.com