Seightquence 2026: From Folklore to Frame, Awali Perjalanan Mahasiswa Baru Film dan Animasi Telkom University

Seightquence 2026 bertema From Folklore to Frame menjadi awal perjalanan mahasiswa baru S1 Film dan Animasi Telkom University di dunia film dan animasi.

Bandung, 10 Oktober 2026

Program Studi S1 Film dan Animasi, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, menyelenggarakan Orientasi Jurusan (OSJUR) 2026 bertajuk Seightquence: From Folklore to Frame. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 26 September dan 3 Oktober 2026, bertempat di lingkungan Fakultas Industri Kreatif Telkom University. Diselenggarakan oleh panitia Seightquence 2026, kegiatan ini menjadi bagian dari pengenalan lingkungan program studi sekaligus ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia film dan animasi melalui berbagai aktivitas edukatif dan kolaboratif.

Mengusung tema From Folklore to Frame, Seightquence 2026 membawa gagasan tentang bagaimana cerita dan inspirasi dapat diwujudkan melalui medium film dan animasi. Melalui rangkaian kegiatan yang disusun selama dua hari, mahasiswa baru diajak mengenal lingkungan akademik, memahami proses kreatif di balik sebuah karya audio visual, serta membangun relasi dengan sesama mahasiswa di lingkungan Program Studi Film dan Animasi.

Mahasiswa baru mengikuti rangkaian pengenalan program studi dan kegiatan Seightquence 2026.

Hari Pertama: Pengenalan Program Studi dan Eksplorasi Dunia Kreatif

Rangkaian OSJUR dimulai pada Sabtu, 26 September 2026, dengan kedatangan mahasiswa baru di lokasi kegiatan. Acara kemudian dibuka melalui sambutan Ketua Pelaksana, Jovan Sebastian Hadiyanto, Ketua Himpunan Mahasiswa, Fahrezi Kalif Syahdanendra, serta Ketua Program Studi, Anggar Erdhina Adi.

Setelah pembukaan, peserta diperkenalkan pada tema dan tagline Seightquence 2026, dilanjutkan dengan pengenalan identitas kelompok. Sesi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mulai berinteraksi dan membangun kebersamaan dengan anggota kelompok masing-masing.

Kegiatan berlanjut dengan pengenalan Himpunan Mahasiswa Film dan Animasi (HIMA), termasuk pemaparan mengenai himpunan dan program studi. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan melalui sesi tanya jawab.

Salah satu agenda utama pada hari pertama adalah sesi Frame Talks dan sharing session yang memperkenalkan berbagai bidang dalam industri kreatif. Peserta mengikuti sesi yang berkaitan dengan penulisan, pemodelan tiga dimensi, animasi, ilustrasi, sinematografi, dan penyutradaraan. Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru dapat mengenal beragam peran kreatif serta memperoleh gambaran mengenai proses berkarya di bidang film dan animasi.

Selain itu, peserta mengikuti kuis seputar HIMA dan materi sharing session untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Rangkaian hari pertama juga mencakup pemutaran sejumlah film mahasiswa, di antaranya Titik dalam Lingkaran Besar, Late Night Taxi, Bukan Itu, dan Kumaha Atuh?. Film-film tersebut menjadi bahan pengenalan dan pengamatan terhadap karya audio visual yang dapat menjadi referensi bagi mahasiswa baru.

Pada penghujung kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai penugasan pembuatan film pendek, termasuk sesi tanya jawab terkait tugas tersebut. Hari pertama kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada kelompok dengan perolehan poin tertinggi, sesi foto bersama, dan penutupan kegiatan.

Foto Bersama dengan Mahasiswa Baru

Hari Kedua: Apresiasi Karya dan Pemahaman Proses Kreatif Film

Hari kedua OSJUR dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan fokus pada pemutaran karya film, diskusi, serta pemahaman lebih dalam mengenai proses kreatif di balik sebuah film. Kegiatan dibuka dengan pengenalan sistem poin dan apresiasi yang akan diberikan kepada kelompok peserta sepanjang rangkaian acara.

Salah satu agenda utama hari kedua adalah pemutaran film hasil penugasan kelompok. Setelah sesi screening, setiap kelompok memperoleh kesempatan untuk menyampaikan director’s statement, yaitu pemaparan dari sutradara mengenai gagasan, inspirasi, motivasi, dan visi artistik yang melatarbelakangi pembuatan film mereka.

Sesi tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab bersama juri dan peserta. Melalui diskusi ini, mahasiswa baru mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan keputusan kreatif dalam karya mereka, sekaligus menerima pertanyaan dan masukan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Selain karya mahasiswa baru, peserta juga menyaksikan sejumlah film karya mahasiswa dan dosen, di antaranya Sayur Mayoor, Cireng Terakhir di Dunia, Kunjungan Spesial, The Lone Wolf Next Door, dan Tutur Langsung Documentary. Pemutaran film tersebut dilengkapi dengan sesi director’s statement dan diskusi yang memberikan ruang untuk memahami proses serta pertimbangan kreatif di balik karya yang ditampilkan.

Sesi director’s statement juga menghadirkan dosen pak Pebriyanto S.Ds., M.Ds, serta dilanjutkan dengan pemaparan dari para pembuat film lainnya sesuai rangkaian acara. Peserta dapat mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap karya yang telah ditonton.

Rangkaian screening turut menampilkan film karya mahasiswa angkatan sebelumnya, termasuk Tumbal, Antarekamukha, Offline, Aku Kangen, Camellia, 3 Man vs 3 Hornet, dan Sampai Jumpa. Melalui berbagai karya tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal pendekatan bercerita dan proses produksi film dari perspektif yang beragam.

Selain pemutaran film dan diskusi, peserta mengikuti kegiatan analisis film secara berkelompok. Mereka diminta mengamati film yang ditayangkan dan menuangkan hasil analisis dalam bentuk tulisan. Kegiatan ini mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan mengamati, menginterpretasikan, dan mendiskusikan karya audio visual secara kritis.

Sesi Director Statement Mahasiswa Baru dan  Director Statement Jovan Sebastian Hadiyanto

Membangun Kebersamaan melalui Kolaborasi

Tidak hanya berfokus pada pengenalan akademik dan karya film, Seightquence 2026 juga menghadirkan kegiatan yang mendorong interaksi dan kerja sama antarpeserta. Pembagian kelompok, sesi diskusi, analisis film, serta sistem poin menjadi bagian dari pengalaman yang mengajak mahasiswa baru untuk berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

Pada hari kedua, peserta juga mengikuti tur lingkungan program studi dengan pendampingan mentor. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal sejumlah ruang dan fasilitas yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan Film dan Animasi.

Rangkaian acara ditutup dengan pemberian apresiasi kepada kelompok dengan perolehan poin tertinggi, dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian OSJUR Seightquence 2026 sekaligus menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk melanjutkan perjalanan mereka di lingkungan Program Studi Film dan Animasi Telkom University.

Melalui Seightquence 2026, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal lebih dekat lingkungan program studi, membangun hubungan dengan sesama mahasiswa, serta mengembangkan rasa ingin tahu terhadap proses kreatif dalam dunia film dan animasi.

Dengan semangat From Folklore to Frame, Seightquence 2026 menjadi ruang pertemuan antara cerita, kreativitas, dan kolaborasi. Lebih dari sekadar kegiatan orientasi, acara ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mulai mengenal dunia yang akan mereka eksplorasi, sekaligus menciptakan cerita mereka sendiri melalui setiap frame.

Seightquence 2026 — From Folklore to Frame.

Secret Link