Jumbo dan Babak Baru Animasi Indonesia: Peluang Besar untuk Calon Animator
Kesuksesan film Jumbo menembus lebih dari 10 juta penonton menandai babak baru animasi Indonesia. Apa artinya bagi calon animator?

Tahun 2025 menjadi titik balik bagi animasi Indonesia. Film Jumbo karya sutradara Ryan Adriandhy, yang tayang di bioskop pada momen Lebaran 2025, berhasil menarik lebih dari 10 juta penonton dan tercatat sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa (Good News From Indonesia, 2025). Untuk pertama kalinya, sebuah film animasi lokal bersaing di puncak box office bersama film-film live-action. Lalu, apa arti pencapaian ini bagi industri, dan peluang apa yang terbuka bagi generasi animator berikutnya?
1. Bukti bahwa Penonton Siap Menyambut Animasi Lokal
Jumbo dikerjakan oleh sekitar 420 kreator Indonesia, dengan proses yang sudah berjalan sejak 2020 sebelum akhirnya tayang di bioskop (Good News From Indonesia, 2025). Hasilnya tidak berhenti di pasar domestik. Film ini meraih Piala Citra untuk Film Animasi Terbaik, didistribusikan ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, lalu tayang di bioskop Korea Selatan pada Februari 2026 (Good News From Indonesia, 2026).
Pelajarannya jelas: kisah yang dekat dengan keseharian penonton, seperti cerita tentang anak-anak, keluarga, dan persahabatan, mampu bersaing ketika digarap dengan kualitas produksi yang serius dan kerja tim yang solid.

2. Industri yang Tumbuh Tiga Kali Lipat dalam Satu Dekade
Kesuksesan Jumbo bukan kebetulan. Menurut Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, nilai ekonomi animasi domestik tumbuh dari sekitar Rp240 miliar pada 2015 menjadi sekitar Rp800 miliar pada 2025, atau lebih dari 3,3 kali lipat dalam sepuluh tahun (ANTARA, 2026). Data Indonesia Animation Report 2026 mencatat nilai pasar Rp798,15 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 12,86%, 262 studio animasi aktif, serta 308 karya animasi orisinal yang telah didistribusikan secara global (Kementerian Ekonomi Kreatif, 2026).
3. Dari “Tukang” Menjadi Pemilik Kekayaan Intelektual
Selama bertahun-tahun, banyak studio animasi dalam negeri bertumpu pada pekerjaan outsourcing untuk waralaba internasional. Kini arahnya bergeser ke penciptaan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) orisinal. Anggota Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) secara kolektif memiliki 299 IP karakter lokal, dan pendapatan dari IP animasi lokal naik 280% dibanding dekade sebelumnya (ANTARA, 2026).
IP penting karena satu karakter yang kuat bisa berkembang menjadi serial, gim, buku, hingga merchandise. Pemerintah pun menyiapkan perlindungan IP yang lebih kuat dan skema pembiayaan berbasis IP agar studio independen lebih mudah mendapatkan modal (ANTARA, 2026).

4. Kebutuhan Talenta yang Nyata, dan Tantangan Baru
Pertumbuhan industri berarti kebutuhan talenta ikut meningkat. Contohnya terlihat pada program AKTIF Animasi yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif bersama AINAKI dan Brown Bag Films Bali pada Mei 2026. Seluruh 25 peserta pelatihan animasi berbasis Unreal Engine lulus dan langsung direkrut oleh studio mitra (Kementerian Ekonomi Kreatif, 2026).
Di sisi lain, kecerdasan buatan (AI) mulai masuk ke alur produksi, terutama untuk iklan yang menuntut kecepatan. Sejumlah praktisi menilai posisi teknis tertentu, seperti texture artist, rendering artist, dan storyboard artist, termasuk yang paling rentan terdampak. Namun kemampuan inti seorang animator, terutama bercerita dan menghidupkan karakter, tetap dibutuhkan (CNBC Indonesia, 2026).
5. Bekal yang Perlu Disiapkan Calon Animator
Melihat peta industri saat ini, ada beberapa bekal yang layak disiapkan sejak bangku kuliah:
- Storytelling dan pengembangan karakter, karena IP yang kuat selalu berawal dari cerita yang kuat.
- Fundamental animasi seperti timing, gerak, dan akting karakter, yang menjadi pembeda di tengah banjir konten instan.
- Penguasaan pipeline dan tools modern, termasuk mesin real-time seperti Unreal Engine yang kini dicari studio.
- Kemampuan kolaborasi, karena film seperti Jumbo dikerjakan ratusan kreator dari berbagai keahlian.
- Wawasan bisnis IP, mulai dari hak cipta hingga cara sebuah karakter dikembangkan lintas media.
Penutup
Jumbo membuktikan bahwa animasi Indonesia mampu bersaing, baik di pasar dalam negeri maupun internasional. Bagi calon animator, momentum ini adalah undangan untuk ikut membangun gelombang berikutnya. Program Studi S1 Film dan Animasi Telkom University menyiapkan mahasiswa melalui kurikulum berbasis industri, sertifikasi profesi, kerja profesi, dan kolaborasi bersama mitra industri, termasuk Visinema, rumah produksi di balik Jumbo.
Referensi
- ANTARA News. (2026, 19 Mei). Indonesia’s animation industry surges, tripling in value: Minister. https://en.antaranews.com/news/416217/indonesias-animation-industry-surges-tripling-in-value-minister
- CNBC Indonesia. (2026, 4 Mei). Animasi AI makin menjamur di Indonesia, animator terancam punah? (K. Bohang, Penulis). https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260501201217-37-731617/animasi-ai-makin-menjamur-di-indonesia-animator-terancam-punah
- Good News From Indonesia. (2025, 1 Juli). Ter-update 2025, ini dia 5 daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa dan fakta unik di baliknya. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/07/01/ter-update-2025-ini-dia-5-daftar-film-indonesia-terlaris-sepanjang-masa-dan-fakta-unik-dibaliknya
- Good News From Indonesia. (2026, 29 Januari). Jumbo, film animasi terlaris di Indonesia akan tayang di Korea. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/01/29/jumbo-film-animasi-terlaris-di-indonesia-akan-tayang-di-korea
- Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif. (2026, 3 Juni). Ministry of Creative Economy produces global-class animators through the AKTIF Animation program. https://ekraf.go.id/news-en/ministry-of-creative-economy-produces-global-class-animators-through-the-aktif-animation-program

