
Hari Pertama ACTOUR Creative Workshop Bahas Three Point of Lighting & Motivated Lighting
Program Studi Film dan Animasi Telkom University bersama Aputure Indonesia menghadirkan hari pertama Aputure City Tour Creative Workshop bertajuk Mastering Motivated Lighting for Cinematic Storytelling pada 9 April 2026 di Aula Lantai 5 Gedung Sebatik, Fakultas Industri Kreatif Telkom University. Kegiatan ini menghadirkan Yongki Ongestu, Sutradara, Director of Photography, dan Founder Aenigma Picture, sebagai pemateri utama.

Workshop ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan peserta untuk memahami peran pencahayaan dalam membangun suasana, arah emosi, serta kekuatan visual dalam sinema. Pada sesi hari pertama, Yongki Ongestu membawakan materi dasar yang penting dalam praktik pencahayaan film, yaitu teori 3 point lighting dan motivated lighting.
Dalam pemaparannya, Yongki menjelaskan bahwa 3 point lighting merupakan fondasi utama dalam penataan cahaya, yang terdiri dari key light, fill light, dan back light. Ketiga titik cahaya ini membantu menciptakan dimensi visual pada subjek, memperjelas bentuk, serta mengontrol kontras sesuai kebutuhan adegan. Materi ini menjadi bekal awal yang penting bagi peserta untuk memahami bagaimana cahaya bekerja secara teknis sekaligus artistik dalam produksi film.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai motivated lighting, yaitu pendekatan pencahayaan yang berangkat dari sumber cahaya yang logis di dalam adegan, seperti jendela, lampu meja, atau pintu yang terbuka. Melalui materi ini, peserta diajak melihat bahwa pencahayaan sinematik bukan hanya soal terang dan gelap, tetapi juga soal alasan visual yang membuat sebuah adegan terasa lebih natural, dramatis, dan meyakinkan.
Tidak hanya berisi teori, workshop hari pertama juga dilengkapi dengan sesi touch and try. Pada sesi ini, peserta berkesempatan mencoba langsung perangkat lighting yang digunakan dalam praktik produksi. Peserta dapat melihat cara kerja alat, mengenal karakter cahaya dari tiap perangkat, serta memahami pengaturan dasar yang biasa digunakan di lapangan.
Sesi demo alat menjadi salah satu bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini. Yongki Ongestu mendampingi langsung peserta saat mencoba peralatan lighting, menjelaskan fungsi tiap alat, serta menunjukkan penerapannya dalam kebutuhan visual yang berbeda. Pendekatan ini membuat peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga melihat bagaimana teori tersebut diterapkan secara nyata dalam proses penciptaan gambar yang sinematik.
Melalui workshop ini, peserta mendapatkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan praktik industri. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa dan peserta mengenai pentingnya pencahayaan dalam storytelling visual, sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk bekerja di bidang film dan produksi audiovisual.
Aputure City Tour Creative Workshop menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri kreatif, terutama dalam bidang film dan animasi. Dengan hadirnya praktisi seperti Yongki Ongestu, peserta memperoleh kesempatan berharga untuk belajar langsung dari pengalaman profesional di lapangan.


