{"id":138840,"date":"2025-03-21T06:53:53","date_gmt":"2025-03-21T06:53:53","guid":{"rendered":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/?p=138840"},"modified":"2025-05-05T12:46:47","modified_gmt":"2025-05-05T12:46:47","slug":"mengapa-film-animasi-menjadi-industri-yang-terus-berkembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/mengapa-film-animasi-menjadi-industri-yang-terus-berkembang\/","title":{"rendered":"Mengapa Film &amp; Animasi Menjadi Industri yang Terus Berkembang?"},"content":{"rendered":"<p>Industri film dan animasi telah menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang tumbuh pesat dalam beberapa dekade terakhir. Kemajuan teknologi, berkembangnya platform digital, dan meningkatnya permintaan akan konten visual yang inovatif menjadi faktor utama di balik keberhasilannya. Dengan daya tarik global dan berbagai peluang karier, film dan animasi terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi seperti CGI (Computer-Generated Imagery), VFX (Visual Effects), dan animasi 3D telah mengubah cara produksi film dan animasi secara signifikan. Selain mempercepat proses produksi, teknologi ini juga mengurangi biaya dan memungkinkan hasil visual yang lebih realistis. Platform streaming seperti Netflix, Disney+, dan Amazon Prime Video turut memperluas distribusi konten, menciptakan peluang baru bagi para kreator.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas faktor-faktor yang mendorong pertumbuhan industri film dan animasi, perubahan signifikan yang terjadi, serta keunggulan institusi pendidikan yang mendukung pengembangan talenta di bidang ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor Pendorong Pertumbuhan Industri Film dan Animasi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-scaled.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-1024x683.jpg\" alt=\"Mengapa Film &amp; Animasi\" class=\"wp-image-138841\" style=\"width:639px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-300x200.jpg 300w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-768x512.jpg 768w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-18x12.jpg 18w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/person-touching-display-while-uses-camera-255x170.jpg 255w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perkembangan Teknologi dan Inovasi Digital<\/h3>\n\n\n\n<p>Kemajuan teknologi memainkan peran penting dalam mempercepat inovasi di industri film dan animasi. Penggunaan teknologi CGI, VFX, dan teknik animasi 3D memungkinkan pembuat film menciptakan dunia visual yang menakjubkan. Selain itu, kemunculan software animasi berbasis AI mempercepat proses produksi, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan biaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi virtual production juga memberikan dampak signifikan, terutama dengan penggunaan LED screen yang menggantikan green screen tradisional. Dengan teknologi ini, pembuat film dapat merekam adegan secara real-time dengan latar belakang virtual yang dinamis, menghemat waktu dan anggaran produksi. Motion capture dan simulasi fisik semakin menyempurnakan visualisasi karakter, memungkinkan animasi terlihat lebih hidup dan realistis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, teknologi berbasis cloud juga mempermudah kolaborasi antar kreator di berbagai belahan dunia. Proyek animasi kini dapat dikerjakan secara remote dengan sinkronisasi data secara real-time, mempercepat proses produksi dan meningkatkan fleksibilitas kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Meningkatnya Platform Streaming Digital<\/h3>\n\n\n\n<p>Platform digital seperti Netflix, Disney+, Amazon Prime Video, dan YouTube berkontribusi pada distribusi film dan animasi secara global. Konten dapat dengan mudah diakses oleh penonton di seluruh dunia, membuka peluang bagi kreator lokal untuk memperkenalkan karya mereka secara internasional. Selain itu, banyak platform kini menawarkan dukungan finansial untuk produksi konten orisinal, memberikan kesempatan bagi sineas independen untuk berkarya.<\/p>\n\n\n\n<p>Platform streaming juga memperkenalkan model bisnis baru yang lebih fleksibel bagi pembuat film independen. Melalui skema revenue sharing atau model berlangganan, film-film dengan budget terbatas pun dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Di sisi lain, data analitik yang tersedia pada platform ini membantu kreator memahami preferensi penonton, memungkinkan mereka membuat konten yang lebih relevan dan menarik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudahan akses ini juga mendukung munculnya tren produksi film dengan tema lokal yang diangkat ke panggung internasional. Cerita-cerita yang mencerminkan budaya dan tradisi setempat mendapatkan perhatian yang lebih luas, memperkaya keragaman konten di platform global.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Permintaan Konten Visual yang Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>Seiring meningkatnya konsumsi media digital, permintaan akan konten visual yang menarik juga meningkat. Film layar lebar, serial animasi, iklan, hingga video edukasi memanfaatkan animasi untuk menyampaikan pesan secara efektif. Hal ini menciptakan peluang bagi para animator, desainer grafis, dan pengembang efek visual untuk berkontribusi dalam berbagai sektor industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri periklanan, pendidikan, dan game juga menjadi konsumen utama animasi. Visualisasi produk melalui motion graphics atau storytelling animasi menjadi cara efektif untuk meningkatkan daya tarik dan daya ingat konsumen. Di sektor pendidikan, animasi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif yang membantu siswa memahami konsep yang kompleks dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) semakin memperkaya pengalaman visual, membuka peluang baru untuk animasi interaktif dalam sektor hiburan dan edukasi. Perusahaan teknologi besar juga semakin banyak berinvestasi dalam pengembangan teknologi visual ini, menciptakan pasar yang menjanjikan bagi para kreator animasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dinamika yang Mewarnai Perjalanan Industri Film dan Animasi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-138842\" style=\"width:665px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-300x200.jpg 300w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-768x512.jpg 768w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-18x12.jpg 18w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/close-up-hands-holding-tablet-pizza-255x170.jpg 255w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Perjalanan industri <a href=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/\">film dan animasi<\/a> tidak hanya ditandai oleh kesuksesan besar, tetapi juga oleh dinamika yang menciptakan perubahan signifikan. Salah satunya adalah pergeseran pola konsumsi penonton. Penonton kini lebih menyukai konten yang dapat diakses secara fleksibel melalui perangkat seluler dibandingkan dengan menonton secara konvensional di bioskop.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, isu-isu sosial seperti representasi budaya dan keberagaman semakin menjadi perhatian dalam pembuatan film dan animasi. Studio-studio besar mulai menghadirkan cerita yang merepresentasikan berbagai latar belakang budaya untuk mencerminkan realitas masyarakat global. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya narasi yang dihadirkan, tetapi juga meningkatkan daya tarik film di pasar internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Munculnya tren adaptasi dan spin-off dari berbagai IP (Intellectual Property) terkenal juga menunjukkan bahwa industri ini terus berkembang dengan mendaur ulang konsep lama yang sudah memiliki basis penggemar. Popularitas franchise besar mendorong studio untuk mengembangkan lebih banyak konten pendukung, seperti serial animasi, prekuel, atau film spin-off yang memperluas semesta cerita.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, penggunaan pendekatan penceritaan yang lebih beragam dan inklusif membuka ruang bagi suara-suara baru untuk berkarya dan berekspresi. Kreator independen, terutama dari negara-negara berkembang, semakin mendapatkan pengakuan di kancah internasional berkat platform digital yang memfasilitasi distribusi karya mereka. Dengan dinamika ini, industri film dan animasi terus bertransformasi, menawarkan peluang tanpa batas bagi para pelaku kreatif di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Inovasi Kreatif dalam Film dan Animasi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer.jpg\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" src=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-1024x682.jpg\" alt=\"Mengapa Film &amp; Animasi\" class=\"wp-image-138845\" style=\"width:679px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-300x200.jpg 300w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-768x512.jpg 768w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-18x12.jpg 18w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer-255x170.jpg 255w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/young-freelancer-editing-footage-software-working-edit-video-montage-with-color-grading-audio-effects-sound-film-production-content-making-creative-movie-computer.jpg 2000w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Eksplorasi Gaya Visual yang Unik<\/h3>\n\n\n\n<p>Para kreator film dan animasi semakin berani bereksperimen dengan berbagai gaya visual yang unik. Dari pendekatan realistik hingga gaya ilustratif yang ekspresif, eksplorasi visual menjadi salah satu daya tarik utama yang memikat penonton. Film seperti &#8220;Spider-Man: Into the Spider-Verse&#8221; adalah contoh sukses bagaimana eksplorasi visual mampu menciptakan pengalaman sinematik yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, eksplorasi gaya visual juga mencakup penggunaan teknik animasi hibrida yang memadukan animasi 2D dan 3D dalam satu karya. Teknik ini memberikan keleluasaan artistik yang lebih luas bagi para kreator untuk menyampaikan cerita dengan pendekatan visual yang khas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pemanfaatan Teknologi AI dan Machine Learning<\/h3>\n\n\n\n<p>Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning telah banyak diterapkan dalam proses produksi film dan animasi. Teknologi ini digunakan untuk membuat efek visual yang lebih realistis, mempercepat proses rendering, serta menciptakan karakter virtual yang interaktif. Bahkan, AI juga dimanfaatkan dalam penulisan skenario dengan menganalisis data tren preferensi penonton.<\/p>\n\n\n\n<p>AI juga semakin berperan dalam proses dubbing dan lip-syncing multibahasa. Dengan menggunakan teknologi deep learning, karakter dalam film animasi dapat berbicara dalam berbagai bahasa dengan gerakan bibir yang disesuaikan secara otomatis, memperluas jangkauan distribusi internasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pengalaman Imersif dengan VR dan AR<\/h3>\n\n\n\n<p>Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) membuka peluang baru dalam menciptakan pengalaman menonton yang lebih imersif. Dengan menggunakan headset VR, penonton dapat masuk ke dalam dunia film dan berinteraksi langsung dengan karakter atau lingkungan virtual. Teknologi ini semakin banyak diterapkan dalam film pendek, pameran animasi, hingga atraksi taman hiburan.<\/p>\n\n\n\n<p>AR juga menawarkan pengalaman yang lebih interaktif dengan menghadirkan elemen animasi ke dalam dunia nyata melalui perangkat seluler. Kampanye pemasaran interaktif hingga instalasi seni berbasis AR menjadi bentuk baru dari storytelling visual yang mampu meningkatkan keterlibatan audiens.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dukungan Pendidikan dalam Industri Film dan Animasi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-138846\" style=\"width:649px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-300x200.jpg 300w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-768x512.jpg 768w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-18x12.jpg 18w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot-255x170.jpg 255w, https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/diverse-education-shoot.jpg 2000w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di industri ini, institusi pendidikan berperan penting dalam mencetak talenta-talenta berbakat. Salah satu institusi yang memiliki reputasi unggul di bidang ini adalah <a href=\"https:\/\/telkomuniversity.ac.id\/\">Telkom University<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Telkom University menyediakan berbagai program studi yang relevan bagi mereka yang tertarik meniti karier di industri film dan animasi. Dengan kurikulum berbasis teknologi terkini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi kreatif. Beberapa program studi yang ditawarkan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>S1 Digital Film &amp; Television<\/strong>: Mengajarkan produksi film, penyutradaraan, sinematografi, dan penulisan skenario. Mahasiswa juga mendapatkan akses ke studio produksi profesional untuk praktik langsung.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>S1 Desain Komunikasi Visual (DKV)<\/strong>: Program ini berfokus pada desain visual, animasi 2D dan 3D, serta visual branding. DKV Telkom University terkenal dengan karya-karya inovatif yang telah mendapat penghargaan nasional dan internasional.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>S2 Desain<\/strong> <strong>Komunikasi Visual<\/strong> <strong>(DKV)<\/strong>: Program magister yang dirancang untuk riset dan pengembangan desain visual melalui pendekatan multidisiplin.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan program studi, kunjungi website resmi <a href=\"https:\/\/smb.telkomuniversity.ac.id\/\">Telkom University<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Film dan animasi telah membuktikan diri sebagai industri yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan tren konsumsi media. Dengan peluang karier yang luas, kolaborasi internasional, serta dukungan dari institusi pendidikan yang kompeten, masa depan industri ini semakin cerah. Bagi para calon profesional di bidang ini, mengembangkan keterampilan teknis dan memperluas jaringan industri akan menjadi kunci sukses dalam menghadapi persaingan global. Dengan terus berinovasi dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, industri film dan animasi dipastikan akan terus menjadi salah satu pilar utama dalam ekonomi kreatif dunia.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Referensi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Telkom University. (2024).&nbsp;<em>Program Studi Desain Komunikasi Visual<\/em>. Diakses dari:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.telkomuniversity.ac.id\/\">https:\/\/www.telkomuniversity.ac.id<\/a><\/li>\n\n\n\n<li>Telkom University. (n.d.).&nbsp;<em>Bachelor of Film and Animation (BFA)<\/em>. Diakses dari&nbsp;<a href=\"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/\">https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Industri film dan animasi telah menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang tumbuh pesat dalam beberapa dekade terakhir. Kemajuan teknologi, berkembangnya platform digital, dan meningkatnya permintaan akan konten visual yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":138851,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"wds_primary_category":7,"footnotes":""},"categories":[7,563],"tags":[579,559,555,583,582,557,554,581,577,584],"class_list":["post-138840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","category-s1-film-dan-animasi-tel-u","tag-belajar-film-dan-animasi","tag-industri-film-dan-animasi","tag-jurusan-film-dan-animasi","tag-kampus-film-dan-animasi","tag-karir-film-dan-animasi","tag-kuliah-film-dan-animasi","tag-s1-film-dan-animasi","tag-sarjana-film-dan-animasi","tag-sekolah-film-dan-animasi","tag-studi-film-dan-animasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138840"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138840\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":139199,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138840\/revisions\/139199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138851"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bfa.telkomuniversity.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}